Bullying

Bullying, sebuah kata yang mulai populer dan belakangan sering kita dengar. Walaupun sebenarnya, bullying bukanlah hal baru dalam dunia sekolah. Bullying bisa saja terjadi disekolah manapun, sekolah negeri ataupun sekolah swasta. Tidak peduli sekolah yang bertarif mahal dan berkurikulum internasional, ataupun sekolah yang bertarif biasa-biasa saja.

Apa sih sebenarnya Bullying itu?

Bullying berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya "ancaman" yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau "rendah" dari pelaku), yang akan menimbulkan gangguan dalam bentuk gangguan fisik atu psikis, atau keduanya. Misalnya susah makan, sakit fisik, ketakutan, stress, rendah diri, depresi, cemas dan lainnya.

Biasanya, Bullying ini berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan), sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis. Bullying pada anak-anak bentuknya beragam, antara lain: memukul, menendang, mendorong, menjambak, mencubit, mengejek, menjuluki dengan sebutan yang jelek, mengucilkan dan lainnya.

Ayah dan Bunda, mungkin saja anak kitakorban Bullying dari teman-temannya. Sebagai orang tua, sudahkah kita mengenal dengan baik anak-anak kita ? Sebagai orang tua, sudahkah kita mengetahui "dunia" yang sedang mereka hadapi?

Untuk mengetahui apakah anak kita menjadi korban Bullying dari teman-temannya, mungkin perilaku-perilaku anak berikut ini bisa menjadi bahan pertimbangan:

- Performance anak menurun, bahkan menghilangnya minat pada "sesuatu" yang berbau sekolah. Malas mengerjakan PR dan nilai ujiannya menurun. Anak korban Bullying malas atau mogok ke sekolah, serta malas mengikuti kegiatan extra sekolah.

- Kesulitan tidur atau sering mimpi buruk.

- Hilang atau rusaknya pakaian, buku, elektronik atau perhiasan.

- Cedera yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

- Perubahan drastis pada sikap, cara berpakaian atau kebiasaannya.

- Perasaan tidak berdaya atau tidak percaya diri.

- Berhenti melakukan aktivitas diluar sekolah yang tadinya disukainya (les musik, tari, renang ataupun lainnya)

Pada poin yang terakhir, kita bisa melihat bahwa bullying yang terjadi di sekolah, bisa saja mempengaruhi seorang anak dalam bertingkah laku. Jelas-jelas aktivitas luar sekolah tidak berhubungan dengan bullying yang dialami di sekolahnya, tetapi ia tiba-tiba ingin berhenti melakukan kegiatan yang ia sukai sebelumnya. Fakta menunjukkan, bulying memang berdampak secara fisik, psikis, dan sosial terhadap korban.

Yang harus kita lakukan menghadapi bullying

Setelah melihat gejala-gejala bullying terjadi pada anak kita, ada beberapa tips yang Ayah dan Bunda yang bisa lakukan:

- Selalu bersikap tenang dalam bertindak, lakukan pendekatan padanya serta yakinkan anak bahwa kita selalu berada disisihnya dan kita akan melindunginya.

- Motivasi anak dengan sugesti-sugesti positif bahwa ia tidak sendiri, ada kita orangtuanya, ada guru, ada teman-temannya yang siap membantu ia apabila ada kesulitan.

- Atur pertemuan dengan pihak sekolah.

- Laporkan kepada wali kelas atau guru BK (Bimbingan Konseling)/pihak sekolah agar dapat segera dilakukan penyelidikan.

__________________________________________________________________________
Lihat Juga 25 Artikel Terbaru Dari Kategori Yang Sama: