Apakah Berbahaya Jika Air Ketuban Kurang?

Ketuban kurang memang bisa membahayakan, maka anda mesti simak seluk-beluk cairan penting ini.

Selama 9 bulan, janin hidup dalam cairan ketuban yang terbungkus oleh kantung ketuban. Fungsi cairan ketuban antara lain sebagai pelindung janin dari benturan, dan mencegah tali pusat dari kekeringan yang dapat menghambat penyaluran oksigen melalui darah ibu ke janin.

 Berapa Volume Ideal?

Volume cairan ketuban yang normal dalam kehamilan cukup bulan adalah 1000-1500 ml. Seiring dengan meningkatnya usia kehamilan, sesuai penurunan fungsi plasenta, jumlah cairan ketuban akan berkurang.

 Bagaimana Bila Berkurang?

Pada keadaan kurang yang sangat nyata (oligohidramnion berat), yakni kurang dari 500 cc, hal ini merupakan tanda resiko tinggi pada janin yang akan dilahirkan.

 Apa Penyebabnya?

Bisa karena akibat penurunan fungsi plasenta yang terjadi pada kehamilan lewat waktu, atau akibat beberapa penyakit pada ibu, seperti preklampsia (gejala keracunan kehamilan), tekanan darah tinggi, malnutrisi, adanya penyakit infeksi atau penyakit kronis. Penyebab lainnya adalah produksi cukup tetapi terjadi kebocoran. Hal ini dijumpai pada kasus ketuban pecah dini (KPD).

 Curigalah Bila...

1. Ada caiaran yang merembes (dalam jumlah sedikit atau banyak) dan terus-menerus. Baunya agak anyir, warnanya sedikit keruh dan tidak kental.

2. Adanya gerakan janin yang menyebabkan perut ibu nyeri. Kondisi ini bisa dilihat melalui pemeriksaan USG.

3. Perut tampak lebih kecil, berat badan ibu dan janin tidak meningkat, pergerakan janin menurun. Ini juga bisa dipastikan lewat pemeriksaan USG.

 Apakah Akibatnya Bagi Janin?

Janin tidak dapat bergerak bebas di rahim. Pada ketuban kurang akibat penurunan fungsi plasenta, bisa jadi janin akan memiliki cacat bawaan pada saluran kemih, pertumbuhannya terhambat, dan gangguan pertumbuhan paru-paru.

Pada ketuban kurang akibat KPD, bisa terjadi kekurangan oksigen (cairan ketuban jadi hijau) dan persalinan yang "kering". Bisa juga timbul resiko infeksi pada ibu dan janin dengan ciri cairan ketuban mengeruh, bisa hijau dan bau. Dalam hal ini, disarankan untuk mengakhiri kehamilan 24 jam setelah ketuban pecah.

 Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pada kasus penurunan fungsi plasenta kehamilan lewat waktu, dokter akan menyarankan induksi persalinan. Sedangkan pada pertumbuhan janin terhambat, dokter akan menganjurkan ibu hamil untuk beristitahat dan menjalani pola hidup sehat, terutama mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, ekstra vitamin, kalau perlu bantuan infus nutrisi.

Pada kasus KPD, dokter akan menyarankan ibu untuk tetap berbaring agar kebocoran tidak bertambah banyak. Selanjutnya jika usia kandungan masih sangat prematur penatalaksanaan dipengaruhi pula oleh kemampuan tim dokter dan fasilitas yang tersedia untuk merawat bayi prematur. Untuk mencegah kemungkinan infeksi, dokter akan memberikan antibiotik dan menginduksi persalinan. Jika kehamilan kurang bulan, dokter akan memberikan obat pematangan paru-paru janin, agar jika harus dilahirkan lebih dini, kemungkinan kesukaran bernafas pada bayi prematur bisa diperkecil.

__________________________________________________________________________
Lihat Juga 25 Artikel Terbaru Dari Kategori Yang Sama: