Melindungi Anak Dari Racun Game

Alat main game apakah yang paling populer dikalangan anak-anak sekarang? Jawabnya: konsol game, handheld game atau portable game. Sesuai namanya benda ini mudah dipegang dan dibawa kemana-mana. Jadi dengan alat ini, siapapun dapat memainkan game kapan saja dan dimana saja sesukanya.

Benda ini mirip seperti handphone, memiliki layar ditengah dan deretan tombol dikanan kirinya atau dibagian bawahnya. Jari-jemari tinggal memencet tombol-tombol tersebut dan permainan dapat disaksikan dilayar.


Dengan alat ini tak diperlukan layar TV atau komputer serta kabel. Juga tidak dibutuhkan joy stick. Sebelum memainkannya, pengguna hanya perlu mengisi baterai didalamnya.


Bagi anak-anak video game amat menarik karena memiliki beberapa kelebihan. Game menghibur anak dan bermain game adalah hiburan yang sangat mengasyikkan. Sifat interaktif game memberi anak peluang untuk melibatkan diri secara emosional di dalamnya. Hasil yang akan diperoleh diakhir permainan ditentukan oleh si pemain.


Tambahan lagi dengan bermain game, pemain bisa melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan dalam kehidupan nyata. Pemain dalam sekejab bisa menjadi petani, peternak, pemain bola, tentara, pembalap, arsitek, pengelola kebun binatang dan banyak peran lainnya. Tak mengherankan video game menjadi teman dekat banyak anak.


Dan sekarang ini banyak bentuk portable game. Benda ini menjadi favorit dan impian anak-anak yang belum memilikinya. Beberapa jenis portable game yang cukup populer antara Sony PSP, Nintendo DS, Game Boy Advance, Sega Game Gear dan Nokia N-Gage QD.


Popularitas konsol game handheld makin meningkat karena benda ini memiliki macam-macam fungsi. Tak sekedar memainkan game, alat ini juga bisa digunakan untuk mendengarkan lagu, browsing internet, dan menyimpan foto. Bagi anak-anak dan remaja, kegiatan-kegiatan itu tentu saja amat menyenangkan.


Bentuk game ini makin mendekatkan anak dengan video game. Alat permainan yang mudah dibawa kemana-mana ini semakin potensial membuat anak menjadikan bermain game sebagai kegiatan sehari-hari. Sebagaimana handphone, benda ini dapat dimainkan dimana saja dan pada kesempatan apa saja sesuka anak. Artinya potensi untuk membuat anak menghabiskan waktunya dengan bermain game pun makin besar.


Sudah banyak diketahui,salah satu efek video game adalah efek adiksi. Game bisa membuat pemainnya ketagihan, ingin bermain terus lagi dan lagi. Nah peluang untuk ketagihan ini makin besar ketika media untuk bermain tersebut berada ditangan anak, yakni dalam bentuk portable game. setiap kali ada kesempatan memainkannya. Ini terjadi pada anak-ank yang orang tuanya tidak menerapkan aturan tentang kapan boleh main game.


Bagi anak-anak setiap ada waktu luang, maka bermain game dengan handheld adalah hal yang mudah sekali untuk dilakukan. Jangan heran saat dalam kendaraan, saat menunggu, saat dalam pertemuan keluarga, dan saat apapun kita menemukan anak-anak yang asyik bermain konsol game ini. Anak-anak hanya berinteraksi dengan game, tidak berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan ketrampilan hubungan sosial anak-anak tersebut.


Seringnya berinteraksi hanya dengan alat permainan yang ada digenggamannya dan mengabaikan dunia sekitarnya berpotensi mendorong anak memiliki sikap asosial. Padahal justru dimasa kanak-kanak kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya semestinya dikembangkan. Kemampuan bersosialisasi ini akan mengasah kepekaan dan kemampuan kecerdasan emosinya.


Masalah lainnya datang dari game yang dimainkan anak. Game yang beredar sekarang banyak sekali yang berisi muatan tidak sehat bagi anak. Game kekerasan merajalela, bahkan menjadi jenis game yang amat populer.

Game kekerasan seringkali mendapat label action game atau "game aksi". Game ini mengangkat aksi para tokoh, baik yang menghadapi musuh, peperangan maupun zombie. Bentuk game ini ada yang berbentuk fighting game (pertandingan) adu kekuatan atau pertarungan atau shooting game (aksi menembak). Fighting game populer dikalangan anak misalnya Teenage mutant, Ninja turtles, Combat fighting, Street fighter dan Mortal combat. Adapun shooting game yang sangat populer adalah Resident Evil 4 dan Grand theft auto.

Banyak pula game berisi muatan dewasa yang tidak pantas di konsumsi anak. Sejumlah game bahkan mengombinasikan kekerasan dan seks, contohnya adalah Grand theft auto: San Andreas Video game ini menyelipkan mini game bertajuk "Hot Coffe" yang menggambarkan kegiatan seksual secara eksplisit. Salah satu alasan mengapa serial ini amat sangat populer adalah justru karena adanya minigame ini.


Tentu saja, tak semua game buruk. Banyak game yang sehat, mengandung muatan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik bagi anak beberapa diantaranya adalah Winning Eleven Pro Evolution Soccer 2008, Zoo Tycoon, Peanuts It'sThe Big, Charlie Brown, Mario Kart, Harvest Moon, Cooking Mama, Super Mario Galaxy, The Legend of Zelda, Phantom Hourglas Dan Eco Creatures Save The Forest.


Tehnologi video game berkembang amat cepat dengan harga yang semakin murah.Videogame mirip seperti handphone, dahulu hanya mampu dimiliki segelintir orang, kini menjadi barang "wajib" yang bisa dimiliki siapapun.

Video game makin mudah diraih anak, seperti konsol game handheld ini. Akan semakin banyak yang mampu memilikinya, karena harganya juga relatif makin terjangkau.

Kewaspadaan orang tua tentu diperlukan. Penggunaan game perlu diatur apapun bentuk alat permainannya. Lebih-lebih pada handheld, karena benda ini mudah sekali dimainkan dan bisa kapan saja dimainkan, pengaturan sejak awal harus diterapkan: kapan anak boleh memainkan, pada kesempatan apa dan berapa lama.


Pengawasan juga penting dilakukan dalam hal game yang dimainkan anak. Sedapat mungkin usahakan agar anak memainkan game yang tepat untuk usianya. Ajak anak berbicara tentang muatan game, diskusikan tentang muatan game yang baik dan buruk.


Mau tidak mau orangtua sendiri harus belajar banyak tentang videogame. Kebanyakan orangtua tidak memperdulikan video game dan menganggapnya hanya permainan anak-anak, apalagi namanya "game". Pandangan ini sungguh harus ditinggalkan, karena game yang berada terus-menerus digenggaman anak, bisa berdampak negatif buat anak.


__________________________________________________________________________
Lihat Juga 25 Artikel Terbaru Dari Kategori Yang Sama: