Informasi Dibalik Kumandang Adzan

Adzan yang selalu kita dengar saat memasuki waktu menunaikan ibadah sholat ternyata menyimpan informasi yang mengagumkan yang semakin membuktikan kebesaranNya.

MANFAAT ADZAN

Adzan diperintahkan, dikerjakan, untuk memanggil umat Islam melaksanakan sholat. Semua sepakat bahwa adzan digunakan untuk panggilan sholat. Hal ini menunjukkan dimensi kedisiplinan waktu yang diajarkan Islam kepada umatnya.

Dalil-dalil Qur'an tentang ini antara lain pada QS.Al Jumu'ah ayat 9, "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu mengingat kepada Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". QS Al Maa'idah ayat 58: "Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal"

SETIAP SAAT, ADZAN SENANTIASA BERKUMANDANG DISELURUH PENJURU DUNIA.

Suara adzan secara konstan bergema diseluruh penjuru dunia. Jika kita posisikan Indonesia paling timur dunia, begitu fajar tiba segera terdengar adzan subuh di bagian timur(Papua). Lalu berlanjut secara bersambung ke wilayah yang lebih barat.

Belum selesai sempurna di seluruh Indonesia, adzan telah dikumandangkan di Malaysia, Burma, Dakka, ibukota Bangladesh. Dan terus sahut menyahut hingga Samudera Atlantik dalam waktu 9 jam. Sebelum adzan shubuh sampai dipantai Atlantik, adzan Dzuhur telah dimulai diwilayah timur Indonesia. Begitu seterusnya.

Jika kita perhatikan baik-baik fenomena ini, kita akan menyimpulkan sebuah fakta yang menakjubkan bahwa "Tidak ada satu waktupun yang terlewat tanpa ribuan muadzin mengumandangkan adzan, tanda pengesahan Allah dan kesaksian atas kerasulan Muhammad SAW di muka bumi ini. "InsyaAllah, panggilan universal dan berkesinambungan ini akan berlanjut hingga selamanya.

SUNNAH UNTUK ADZAN 

Terdapat 5 sunnah untuk adzan, sebagaimana disebutkan Imam Ibnu Qayyim Al Jauziah di dalam kitabnya Zaadul Ma'aad yaitu:

1. Orang yang ,mendengar adzan mengatakan seperti apa yang di ucapkan oleh muadzzin, kecuali pada lafadz (hayya'ala shola) dan (hayya 'allal falah), maka orang yang mendengarkan adzan mengatakan : "Laa haula wa laa quwwata illa billah".(Tiada daya dan kekuatan kecuali karena Allah).(HR Bukhari dan Muslim)

2. Orang yang mendengarkan adzan mengatakan; "Wa asyhadu alla ilaaha illalloh, wa asyhadu anna muhammadan rosulullah rodhitu billahi robba wa bil islaami diina, wa bi muhamamdin rasuuulan".(dan saya bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan keculi Allah SWT, dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah SWT aku rela Allah SWT. sebagi Tuhanku, dan Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai rasul).

3. Bersholawat kepada Rasulullah SAW setelah menjawab adzan, sabda Rasulullah SAW : "Jika kalian mendengarkan adzan (telah berkumandang) maka ucapkanlah sebagaimana yang telah diucapkan oleh muadzin (orang yang sedang adzan), kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah SWT. Akan bershalawat kepadanya 10 kali.

Shalawat yang paling lengkap ialah Shalawat Ibrahimiyah : "Allohumma shalli'ala Muhammad wa'ala aali Muhammad kamma shallaita 'ala Ibrahim wa 'alaa aali Ibrahim innaka hamiidun majiid, Allohumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa Ibrahim  wa 'alaa aali Ibrahim innaka hamidun majiid".Artinya "Ya Allah! Berilah rahmat kapada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan isteri atau umatnya), sebagaimana engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung".

4. Kemudian mengatakan:
"Allohumma rabba hadzihi da'wati taammati wa shalatil qaaimati, aati muhammadan al wasiilata wal fadhiilata . wab'atshu maqaaman mahmudan alladzi wa'adtahu".
Artinya: "Ya Allah! Tuhan pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al wasilah (derajat di surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi Muhammad SAW). dan fadhilah kepada Muhammad SAW, dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati posisi terpuji yang telah Engkau janjikan".

5. Setelah itu berdo'a meminta karunia Allah SWT : "Katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh muadzin (orang yang sedang adzan), dan jika telah selesai (adzan berkumandang) mintalah (berdo'alah) maka akan dikabulkan".

(diriwayatkan oleh Abu Daud, di hasankan Ibn Hajar dan dishahibkan Ibn Hibban)

__________________________________________________________________________
Lihat Juga 25 Artikel Terbaru Dari Kategori Yang Sama: