Gunung Sebagai Pasak Bumi Penjaga Stabilitas

Pegunungan merupakan pemandangan yang sangat spektakuler, yang menjulang keatas sampai beberapa ratus meter, bahkan lebih dari dataran yang ada disekelilingnya. 

Beberapa dari pemandangan itu ada yang merupakan satu gunung dengan kontur tanah lebih tinggi dari sekelilingnya, dan beberapa lainnya merupakan suatu rangkaian pegunungan yang sangat panjang.

Beberapa dari rangkaian tersebut merupakan rangkaian pegunungan yang masih sangat muda, seperti pegunungan Himalaya yang masih tumbuh sampai sekarang, lainnya merupakan rangkaian pegunungan yang sudah tua dan sudah mengalami proses perataan permukaan.

Mengetahui tentang keindahan gunung membuat kita bertanya-tanya sebenarnya bagaimana proses gunung itu terbentuk? Dan apa fungsinya?

Pada awal abad ke-20 seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser kearah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, menyatakan sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada dipermukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea.terletak dikutup selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi 2 bagian yang masing-masingnya bergerak kearah yang berbeda. Salah satu dataran atau benua raksasa ini adalah Gonwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari eropa, Amerika utara dan Asia kecuali India.
Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gonwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil. Benua-benua yang terbentuk setelah terbelahnya Pangaea bergerak dipermukaan bumi secara terus menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebapkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan dibumi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Pergerakan kerak bumi ini ditemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan diabad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagai berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan tersebut bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun dan terus-menerus bergerak, menghasilkan perubahan pada goegrafi bumi secara perlahan. Pergerkan lempengan ini terkadang mengakibatkan tumbukan antara 2 atau lebih lempeng tektonik. 

Sekitar 45 juta tahun yang lalu India bertumbukan dengan Asia, India yang pada awalnya bersatu dengan Antartika, telah berjalan sejauh hampir 5000 km sebelum akhirnya terjadi tumbukan tersebut. Dari proses tumbukan tersebut, terbentuk pegunungan Himalaya dan Dataran Tinggi Tibet.

Rangkaian pegunungan lainnya yang menunjukkan kejadian tumbukan lempeng bumi adalah Pegunungan Alpen, Ural dan Appalachian. Pegunungan Alppalachian diperkirakan merupakan pertemuan antara Amerika Utara. Eropa dan Afrika Utara, meskipun ketiganya sekarang telah terpisahkan, ketiganya menunjukkan bagian dari super benua Pangaea tidak lebih dari 20 juta tahun yanga lalu.

Secara umum proses yang membentuk suatu sistem pegunungan disebut dengan proses orogenesis. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani oros (pegunungan) dan genesis (pembentukan atau mula jadi). Sistem pegunungan akibat dari proses tersebut menunjukkan adanya suatu gaya yang sangat besar yang mengakibatkan terjadinya perlipatan, pensesaran, dan umumnya merubah bentuk bagian kerak bumi. Perubahan akibat pelipatan dan pensesaran lempeng-lempeng yang bergerak itulah yang membentuk gunung.

Terdapat fakta yang menakjubkan bahwa ternyata gunung-gunung tersebut adalah laksana pasak yag menjaga stabilitas daratan dan pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang massif.
Ketika 2 lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang diatas melipat dan membentuk dataran tinggi. Lapisan bawah bergerak dibawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah.

Gunung adalah lapisan yang melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung selalu mempunyai bagian yang menghujam jauh kebawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi. Dengan kata lain gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang keatas dan kebawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini gunung memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang ambing diatas lapisan magma atau diantara lempengan-lempengannya, fungsi pemancangan dari gunung disebut dengan istilah "isostasi".

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern ini, dinyatakan dalam Al-Quran,"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu [tidak] guncang bersama mereka" [QS Al-Anbiya:31].

Dalam ayat yang lain peran gunung seperti diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai pasak: "Bukanlah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" [QS An-Naba:6-7].Wallahu a'lam Bish-shawab.

__________________________________________________________________________
Lihat Juga 25 Artikel Terbaru Dari Kategori Yang Sama: