Tentang Anak Sekarang Yang Lebih Cepat Gede

Tiba masanya seorang anak beranjak remaja.Berbagai perubahan terjadi pada fisik dan psikis anak dimasa pubertas ini. Perubahan ini kadang membingungkan mereka, apalagi bila masa pubertas itu datang terlalu dini.

Banyak devinisi tentang pubertas, tapi intinya pubertas adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Masa ini terjadi pada kisaran usia 11 atau 12 tahun, bisa lebih cepat atau lebih lambat. Selain perubahan fisik dan psikis, pubertas menunjukkan kematangan fungsi seksual, pada anak perempuan ditandai keluarnya haid pertama (menarche). Sedangkan pada anak laki-laki munculnya "mimpi basah"

Beberapa tanda fisik pun menyertai tahapan ini. Pada anak perempuan antara lain mulai membesarnya payudara, tumbuhnya rambut diketiak dan kemaluan, keringat yang bertambah banyak dan panggul yang melebar. Sementara pada anak laki-laki, suara menjadi lebih berat, tumbuhnya rambut di ketiak, kemaluan dan diwajah (kumis, jenggot), tumbuh jakun, keringat yang bertambah banyak, otot menguat dan sebagainya.

TAKUT KARENA TAK PAHAM

Masalah psikologis yang biasanya dihadapi anak-anak yang mengalami pubertas lebih banyak disebapkan adanya ketidaknyamanan dan ketidakpahaman terhadap perubahan fisik yang mereka alami. Munculnya jarawat, bau badan, bentuk tubuh yang mulai berubah disana sini, kadang membuat sebagian anak merasa tak nyaman bahkan timbul rasa tidak percaya diri.

Keadaan ini tak bisa dibiarkan berlarut karena berimbas pada perkembangan psikologi anak selanjutnya. Bila rasa tak percaya diri ini dibiarkan, kelak bisa menciptakan konsep diri negatif pada anak. Maka yang mesti dilakukan adalah memberi pengertian tentang keadaanya.Ketidakpahaman ini akan berangsur pulih ketika anak membicarakannya dengan orang yang lebih mengerti, seperti orangtua atau gurunya.

Tentu itu bisa dilakukan bila sudah tercipta komunikasi yang baik antara orangtua dan anak agar mereka tidak mendapat informasi yang salah dan menyesatkan soal perubahan yang mereka alami.

Namun anak-anak kini kebanyakan sudah mengetahui apa yang mereka alami saat puber melalui media (termasuk internet) yang semakin mudah mereka akses, sebagian sekolah dasar pun memberikan materi pendidikan seks yang memberi wawasan seks yang tepat pada anak. Jadi ketika mereka benar-benar mengalaminya, tak ada rasa takut atau cemas lagi.

PUBERTAS TERJADI SEMAKIN DINI

Bila umumnya pubertas terjadi di usia sekitar 11 atau 12 tahun, ternyata belakangan ini usia pubertas semakin muda saja. Misalnya anak perempuan 8 tahun sudah menstruasi. Atau anak laki-laki usia 11 tahun tapi tubuhnya menyerupai remaja 17 tahun, kondisi ini disebut pubertas dini.

Bila kondisi pubertas ini semakin sering terjadi, semakin banyak anak yang cepet gede terutama secara fisik. Semua itu tak terlepas dari faktor asupan makanan dan lingkungan. Secara biologis pubertas dini bisa disebapkan makanan siap saji yang tidak sehat yang berperan pada peningkatan hormon-hormon reproduksi dan pertumbuhan. Sementara faktor lingkungan, terutama dipengaruhi oleh media dan mudahnya mengakses internet.

Lingkungan memang tidak berpengaruh pada hormon, namun lebih terhadap persepsi anak tentang dunia orang dewasa. Dari film yang mereka tonton, mereka bisa menganggap pacaran adalah hal yang lumrah dan wajar dilakukan. Tak heran bila anak usia SD sudah berpacaran. Parahnya, mereka bahkan menganggap pelukan dan ciuman bukan sesuatu yang tabu lagi. Inilah kenapa orang tua harus mengawasi media yang dikonsumsi anak demi menjaga nilai-nilai pendidikan yang selama ini ditanamkan orangtua, termasuk pendidikan agama.

Tak beda jauh dengan anak-anak yang mengalami puber secara normal, masalah yang dihadapi anak yang puber dini adalah ketidakpahaman. Pertumbuhan mereka yang mendahului anak-anak lainnya bisa juga memicu stres karena mereka merasa berbeda. Mereka merasa lebih tua daripada teman-temannya.

Lagi-lagi peran orangtualah untuk memberi pemahaman kepada anak bahwa yang mereka alami adalah tahapan yang wajar, meski terjadi lebih dulu dibanding teman-temannya. Sementara itu, walau penampilan dan fisiknya anak yang mengalami pubertas dini ini lebih dewasa dari anak seusianya, tetap perlakuan mereka sesuai usianya.

Perhatikan pula pergaulan mereka agar tak keluar jalur. Mungkin karena tubuh dan penampilannya itu mereka merasa pantas bergaul dengan teman-teman remaja. Sebenarnya secara psikologis, termasuk pola pikir, mereka belum siap menjalani pergaulan yang lebih dewasa. Pendampingan orangtua amat dibutuhkan disini.

Anak memang tak selamanya menjadi anak-anak. Cepat atau lambat mereka beranjak remaja dan kemudian dewasa. Adalah tugas orangtua untuk memahami setiap tahapan perkembangan anak, hingga mampu mengatasi masalah yang timbul dalam perjalanan hidup seorang anak, termasuk saat anak mengalami pubertas dini. 

PENANGANAN KHUSUS UNTUK PUBERTAS DINI

Dalam dunia kedokteran terkenal adanya pubertas dini atau pubertas prekok.Ini merujuk pada satu keadaan dimana anak-anak mengalami masa puber beserta tanda-tanda fisik sebelum waktunya, misalnya pada usia sebelum 8 tahun pada anak perempuan dan pada usia 8 atau 9 tahun pada anak alki-laki. Kondisi ini terjadi disebapakan antara lain oleh penyakit hipotiroid, adanya kelainan pada otak atau organ seks, paparan hormon estrogen, obat-obatan, faktor genetik dan sebab lain yang belum diketahui.

Pada beberapa kasus, pubertas dini perlu diobati karena berdampak bagi pertumbuhan anak misalnya karena pertumbuhan tinggi badan yang cepat akan mempercepat pula kematangan tulang. Tulang yang sudah tumbuh matang, tak akan tumbuh lagi. Akibatnya anak itu tak akan bertambah tinggi lagi sementara anak lain masih tumbuh.

Pada anak perempuan karena menstruasi yang lebih cepat, maka dia akan mendapat paparan hormon estrogen lebih lama. Panjangnya paparan estrogen menyebapakan kangkar payudara. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan berupaya menghentikan proses pendewasaan yang belum waktunya itu sehingga anak bisa tumbuh normal.

__________________________________________________________________________
Lihat Juga 25 Artikel Terbaru Dari Kategori Yang Sama: